Tulungrejo, Kota Batu – 11 Agustus 2025
Sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan sektor pertanian di daerah agropolitan Kota Batu, tim dosen pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema “Penguatan Kapasitas Petani Lokal dalam Mendukung Agroindustri di Wilayah Tulungrejo”. Kegiatan ini diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan petani muda dan pelaku usaha tani lokal dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membangun kapasitas petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengelola hasil pertanian secara produktif, serta mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Magistyo Purboyo Priambodo, S.E., M.E., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat agroindustri berbasis sumber daya lokal. “Desa Tulungrejo memiliki potensi besar dalam komoditas hortikultura dan olahan hasil tani. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali petani muda agar mampu menjadi pelaku utama dalam rantai nilai agroindustri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya. Sebagai upaya mendukung SDGs tersebut, kegiatan ini juga menggandeng pengusaha agrobisnis muda yang memiliki pabrik pengolahan apel untuk menjadi minuman khas Kota batu, yaitu Apel Celup. Pelatihan dilakukan di Lokasi tersebut di Kawasan desa tulungrejo, karena representaif dan layak dalam mendukung orientasi para peserta kegiatan agar lebih memahami agroindustri.
Materi pelatihan mencakup topik pengembangan produk olahan hasil pertanian, digital marketing untuk produk agroindustri, manajemen rantai pasok, dan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pertanian modern. Selain itu, peserta juga dilatih membuat rencana usaha sederhana berbasis potensi lokal seperti produk olahan apel, sayuran organik, dan pupuk cair hasil fermentasi limbah pertanian. Salah satu peserta, yang merupakan petani muda dari Desa Tulungrejo, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini dimana pelatihan ini membuka wawasannya tentang bagaimana hasil pertanian bisa punya nilai tambah kalau diolah dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat. “Kami juga belajar pentingnya kolaborasi dengan kampus, pengusaha lokal dan pemerintah agar pertanian di Tulungrejo makin maju,” ungkapnya. Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi kelompok, di mana para peserta menyusun gagasan kemitraan antara petani muda dan pelaku industri olahan lokal. Tim dosen berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam merancang model kerja sama yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan materi pelatihan dan panduan pengembangan agroindustri lokal. Diharapkan, hasil pelatihan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas petani muda produktif di Desa Tulungrejo yang mampu menggerakkan ekonomi desa secara inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang Tahun 2025, yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa. (MP)

