Kuala Lumpur, Malaysia – Tim dosen dari Departemen Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Dr. Inayati Nuraini, M.Sc., Sri Handayani, M.Pd., dan Santi Merlinda, M.E., berhasil melaksanakan pengabdian masyarakat di luar negeri. Mereka memberikan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan anti korupsi kepada para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Madura (IKMA) di Malaysia pada 22 September 2024.
IKMA, sebuah komunitas yang fokus pada pendidikan anak-anak TKI, menjadi mitra yang tepat untuk program pengabdian ini. Dengan keterbatasan sarana pendidikan, banyak anak-anak TKI yang kurang mendapatkan pendidikan moral yang memadai, termasuk nilai-nilai anti korupsi.
“Kami melihat potensi besar dalam komunitas IKMA untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas pada generasi muda Indonesia. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat memberikan bekal kepada para orang tua TKI untuk mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Dr. Inayati Nuraini.
Dalam kegiatan ini, para dosen EKP-UM memberikan materi tentang pentingnya pendidikan anti korupsi sejak dini, serta metode-metode yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak. Para peserta pelatihan, yang sebagian besar adalah orang tua TKI, sangat antusias dan aktif berinteraksi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih paham bagaimana cara mengajarkan anak-anak kami tentang pentingnya kejujuran dan menghindari perilaku korupsi,” ungkap salah satu peserta pelatihan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan pengabdian masyarakat lainnya. Dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini, kita dapat membangun generasi muda yang lebih baik dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi,” tambah Sri Handayani.

