Malang, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II menjadi salah satu wujud kontribusi pendidikan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs Poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Mahasiswa peserta program, Tsabita Az-Zahra Widjanarko, menjalani masa magang dengan penempatan di tiga bidang, yaitu Bidang Kepabeanan dan Cukai, Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, serta Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2). Penempatan lintas bidang ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman utuh terhadap siklus kerja di lingkungan Kanwil DJBC Jatim II, mulai dari pelayanan kepabeanan, pemberian fasilitas fiskal, hingga penanganan pelanggaran di sektor kepabeanan dan cukai.
Sebelum mengikuti program, peserta sama sekali belum memahami berbagai istilah teknis seperti Harmonized System (HS) Code, Pemberitahuan Impor Barang (PIB), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen BC 2.3, BC 4.0, serta administrasi cukai hasil tembakau (CK-1). Proses adaptasi di awal masa magang menjadi tantangan tersendiri karena kompleksitas regulasi dan banyaknya dokumen yang harus dipelajari. Namun, melalui bimbingan intensif dari para pegawai di setiap bidang, pemahaman tersebut dapat dikuasai secara bertahap.
Selama masa magang, aktivitas peserta difokuskan pada kegiatan membaca, menelaah, serta melakukan verifikasi validitas dokumen kepabeanan. Pekerjaan ini menuntut tingkat kecermatan yang tinggi karena setiap kesalahan interpretasi data dapat berdampak langsung pada keakuratan penerimaan negara. Selain itu, peserta dilibatkan dalam penghitungan potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal dengan metode mengalikan jumlah batang rokok sitaan terhadap tarif cukai yang berlaku per batang. Proses ini memberikan pemahaman mengenai dampak fiskal langsung dari pelanggaran di bidang cukai.
Dari sisi pengembangan kapasitas, program magang ini memberikan manfaat signifikan baik dalam aspek keterampilan teknis maupun non-teknis. Secara teknis, peserta memperoleh kemampuan membaca dan menganalisis dokumen kepabeanan dan cukai, memahami prosedur pelayanan kepabeanan, memahami mekanisme pemberian fasilitas fiskal, memahami alur penindakan dan penyidikan, serta menguasai metodologi penghitungan kerugian negara. Sementara dari sisi non-teknis, peserta mengalami peningkatan dalam hal ketelitian administratif, kemampuan analisis data kuantitatif, manajemen waktu, kemampuan beradaptasi dalam lingkungan birokrasi, serta pemahaman mengenai etika dan integritas pelayanan publik.
Pelaksanaan program magang MBKM di DJBC Kanwil Jatim II ini merupakan wujud sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan instansi vertikal Kementerian Keuangan. Program ini mendukung pencapaian SDGs Poin 4 melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas berbasis pengalaman langsung, sekaligus berkontribusi pada SDGs Poin 8 dengan membekali mahasiswa keterampilan teknis dan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Lebih dari itu, pengalaman ini menumbuhkan kesadaran kritis mengenai pentingnya kepatuhan regulasi serta penegakan hukum dalam menjaga stabilitas ekonomi dan optimalisasi penerimaan negara, yang pada akhirnya mendorong terwujudnya pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan (TAW).
